Apakah Indonesia Benar-Benar Sudah Merdeka?

Bangsa kita telah bebas dari penjajah sejak puluhan tahun yang lalu, tapi apakah bangsa kita saat ini benar-benar sudah merdeka? Apa sih arti dari kata merdeka?

Bangsa Indonesia telah dijajah oleh bangsa asing selama lebih dari 350 tahun. Hal tersebut telah menggiring bangsa ini pada kondisi sulit, yakni “kehancuran” dan kemerosotan dalam hal kebudayaan, peradaban, kesopanan, nilai agama, pendidikan, dan perekonomian bangsa. 

Walaupun pada akhirnya bangsa Indonesia telah berhasil bersatu memperjuangkan kemerdekaan dan berhasil membebaskan negeri ini dari cengkraman penjajah pada tanggal 17 Agustus 1945, bukan berarti bangsa ini benar-benar telah terbebas dari segala penderitaan dan kesulitan. Masih banyak masalah dan tantangan yang membutuhkan kerja sama bangsa ini untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

“Perbudakan secara lama sekarang telah berganti dengan perbudakan bangsa atas bangsa.”

Perbudakan memang telah dihapuskan sejak perjuangan Abraham Lincoln di Amerika Serikat, dan Islam turut pula menghilangkan perbudakan secara berangsur-angsur. Namun, perbudakan telah berganti dengan perbudakan bangsa atas bangsa. Perbudakan imperialisme dan kapitalisme menghadapi bangsa yang lemah. Demikian juga, perbudakan kaum majikan terhadap kaum buruh.  

Bangsa Indonesia saat ini sedang berjuang membuka belenggu perbudakan bangsa atas bangsa, bukan saja bangsa Indonesia, melainkan juga seluruh bangsa yang menderita di Tanah Timur, termasuk India, Filipina, Palestina, dan seluruh bangsa Arab. 

Dalam buku Cahaya Baru, Hamka menuangkan seluruh catatan, pemikiran, dan pandangannya dalam menyoroti kondisi sulit bangsa ini sebagai dampak dari penjajahan yang telah kita alami selama ratusan tahun. Tidak hanya itu, Hamka juga menyajikan langkah solutif apa saja yang dapat kita terapkan bersama dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan. 

Dalam buku ini, Hamka juga menyoroti kontribusi dan perjuangan tokoh-tokoh besar, seperti Jendral Soedirman dan Dahlan Jambek, untuk negeri ini. Hamka mengingatkan bahwa perjuangan selanjutnya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga harus menjadi tanggung jawab dan kesadaran bersama seluruh bangsa Indonesia. 

Sebagai contoh ada dua tokoh penting yang menyorakan proklamasi kemerdekaan bangsa kita, yaitu Soekarno dan Hatta. Keduanya adalah pemimpin nasional. Cahaya telah bertemu dengan cahaya. Cahaya iman kedua pemimpin itu telah membangkitkan cahaya iman yang terpendam dalam hati kaum muslimin, sehingga mereka bangun dan berjuang bersama-sama tampil ke medan perjuangan demi meraih kemerdekaan. 

Yuk, miliki buku Cahaya Baru. Ada harga spesial bagi kamu yang ikutan Pre Order bukunya hingga tanggal 27 Juli 2022. Kamu bisa ikutan Pre Ordernya melalui Shopee di link berikut ini yaa 

Cahaya Baru karya Buya Hamka. Diterbitkan Gema Insani tahun 2022. Cetakan pertama. 200 halaman. ISBN 978-623-458-017-4

Beli di Shopee: Jual Buku Hamka – Cahaya Baru | Shopee Indonesia

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like