Resep Selamat dan Bahagia di Masa Tua

Tafsir QS. At-Tin Ayat 4-8

Alhamdulillah, manusia itu makhluk terbaik yang Allah ciptakan. Kita simak ayat ini yuk, 

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,”

QS. At-Tin (95) Ayat 4

Dari sekian banyak makhluk Allah di bumi, manusia diciptakan sebaik-baiknya bentuk (bentuk lahir dan batinnya, bentuk tubuh dan nyawanya). Bentuk manusia lebih baik ketimbang hewan. Terlebih lagi, manusia diberi akal buat berpikir.

Lalu, manusia jatuh serendah-rendahnya. Apa maksudnya?

ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَافِلِيْنَۙ

“kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,”

QS. At-Tin (95) Ayat 5

Sesudah lahir ke dunia, manusia berangsur tubuh menjadi kuat dan bisa berjalan, akal berkembang, sampai dewasa, sampai puncak kemegahan umur. Lalu, berangsur kondisi tubuh menurun, makin tua. 

Badan dan pikiran lemah, tenaga berkurang, gigi rontok, rambut beruban, dan lain-lain. Kalau umur panjang, akal makin padam sehingga kembali seperti anak-anak, berharap belas kasih anak-cucu. Bahkan, sampai pikun (ardzalil ‘umur).

Tapi, ada kabar gembira buat golongan manusia ini…

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ

“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.” 

QS. At-Tin (95) Ayat 6

Dari tafsir Ibnu Abbas, “Asal saja dia taat pada Allah di masa mudanya, meski telah tua hingga akalnya mulai gak jalan lagi, ia masih tetap dituliskan amal salehnya seperti waktu muda juga. Dia pun gak dianggap berdosa lagi atas perbuatannya saat hilang akal di masa tua. Dia beriman. Dia taat pada Allah di masa mudanya.”

Kalau sudah memahami hal itu,

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّيْنِۗ

“Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?”

QS. At-Tin (95) Ayat 7

Saat sudah tahu hal itu, lalu mengapa masih ragu dan gak berpedoman sama ajaran-Nya? Kalau pun ada, tapi gak dipegang dengan baik. Padahal, Allah Maha Adil dalam mengatur kehidupan di alam semesta.

اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ 

“Bukankah Allah hakim yang paling adil?”

QS. At-Tin (95) Ayat 8

Kalau manusia setia memegang ajaran Islam sebagai pedoman hidup, lalu hidupnya selamat sampai hari tua, bukankah itu suatu akibat yang adil dari hukum kebijaksanaan Illahi? 

Kalau manusia sebelum tua sudah hilang pedoman, setelah tua jadi beban berat bagi anak-cucu karena jiwa kosong dari pegangan, putus hubungan dengan alam sekitar, bukankah itu juga satu keputusan adil dari-Nya? Maka, segala petunjuk yang dibawa Nabi-Nabi, hendaknya diyakini dan dijadikan pedoman.

Yang dilambangkan oleh buah tin dan zaitun yang tumbuh di pegunungan Jerusalem (Palestina) berupa kitab suci, atau yang diturunkan di Jabal Thursina (tempat Taurat diberikan pada Nabi Musa), atau kitab penutup yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. (Al-Quran) di kota Mekah, semuanya itu adalah satu maksud, yaitu ad-Din (agama) untuk maslahat hidup manusia sejak datang ke dunia ini sampai pulang ke akhirat kelak.

Juz ‘Amma Tafsir Al-Azhar Karya Prof. Dr. Hamka terbitan Gema Insani. ISBN: 978-602-250-285-2

Beli di Shopee: Jual Buku Hamka – Juz `Amma Tafsir Al Azhar | Shopee Indonesia

Sumber: Juz 'Amma Tafsir Al-Azhar Karya Prof. Dr. Hamka
Photo by Hasan Almasi on Unsplash

Author

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

Mengenal Alam, Mendekat Kepada-Nya

Tafsir QS. Al-Baqarah Ayat 163-164 وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ  لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ  “Dan Tuhan kamu adalah Tuhan…